Kebo Iwa


Dalam berbagai sumber lontar, disebutkan Gaduh Kebo Iwa adalah sebuah dongeng, tapi ada juga yang menyebutkan sebuah sejarah pada jaman dulu di Bali. Gaduh Kebo Iwa kalau di Bali sangat terkenal dengan kesaktiannya. Karena saktinya dia bergelar mahapatih yang tidak terkalahkan dan patih yang ditakuti oleh kerajaan-kerajaan yang ingin menguasai wilayah kerajaan yang dipegangnya. Tapi ada yang mengatakan Gaduh Kebo Iwa adalah seorang raksasa, bertubuh kuat, gagah perkasaa dan sangat sakti. Konon di Bali banyak sekali peninggalan sejarah yang merupakan hasil karya atau setidak-tidaknya ada hubungannya dengan kehidupan Patih Gaduh Kebo Iwa.

Menurut legenda atau dongeng Gaduh Kebo Iwa bertempat tinggal di Desa Blahbatuh tepatnya di sebelah Barat Daya Gianyar sekarang. Disebut-sebut sebagai peninggalan Kebo Iwa adalah Candi Padas Gunung Kawi, Kolam Tirta Empul yang ada di Tampak Siring dimana Kebo Iwa diceritakan mandi dengan menggosok punggungnya dengan batu yang datang sendiri dari Bukit Buluh yang ada di Klungkung. Sebuah jalan yang naik terjal yang ada di Trunyan juga disinggung ada missi perjalanan dari Kebo Iwa dan oleh penduduk dikatakan dengan undag (prigi) Kebo Iwa.

Singkat cerita setiap ada tempat atau tanah, batu berlobang sering dihubungkan dengan tapak kaki Kebo Iwa. Lebih hebat lagi Kebo Iwa hanya bermodalkan dengan kayu Kelor bisa menggotong atau memikul tanah. Jatuhan tanah yang dipikulnya dengan kayu kelor tersebut membuat sebuah pulau-pulau kecil seperti yang dikaitkan dengan adanya Pulau Nusa Dua sekarang.

Yang patut menjadi catatan tersendiri adalah Bali mencapai kejayaan itu justru ketika mahapatih Kebo Iwa masih berkuasa. Pasalnya semenjak Bali dikuasai Kebo Iwa, majapahit tidak bisa menjajah Bali. Untuk membunuh Kebo Iwa, Gajah Mada membuat taktik jitu dengan menugaskan Kebo Iwa membuat sumur, setelah itu ditimbun dengan batu dicampur kapur. Maka Kebo Iwa pun wafat.


TERPIKAT BAJANG JEGEG

MENURUT sejarah yang disebut diberbagai lontar dikatakan, Gaduh Kebo Iwa adalah sosok patih yang maha sakti. Gaduh Kebo Iwa pepatih dari Raja Gajahwaktra yang memerintah di Bedahulu (sekarang Bedahulu) sekitar tahun 1324M-1343M. Sebelumnya di Bedahulu memerintah seorang raja yag bernama Mesula-mesuli, setelah meninggal kerajaan jatuh pada Gajahwaktra alias Sri Tapolung yang beristana di Bedahulu.

Diceritakan Sri Tapolung ini adalah seorang raja yang sangat sakti, tapi dibarengi dengan sifat-sifatnya yag sangat sombong. Kesombongannya itu sampai berani melawan perintah para dewa-dewa, sifat-sifatnya sesuai dengan sifat Mayadenawa, yang kemudian dapat dikalahkan oleh Bhatara Indra (Mahadewa). Dalam pemerintahan itu Gajahwaktra dibantu bebrapa pepatih yaitu: di Tengkulak dibantu oleh Ki Pasunggrigis sebagai perdana menteri (sebelah barat Bedahulu). Ki Gaduh Kebo Iwa mendapat tugas di Blahbatuh, pembantu lainnya adalah Demung I Udug Basur, Tumenggung Ki Kalagemet, menteri Girikmana (Ularan) bercokol di Bali utara, Ki Tunjung Tutus di Tianyar, Tunjung Biru di Tenganan, Ki Buan di Batur, Ki Tambiak di Jimbaran, Ki Kopang di Seraya dan Ki Kalungsingkal di Taro. Dengan penjelasan beberapa sumber tadi maka dapat dikatakan Gaduh Kebo Iwa adalah seorang patih yang bertempat tinggal di Blahbatuh dan merupakan patih yang sangat disegani Raja Gajahwaktra.

Kisah perjalanan Ki Gaduh Kebo Iwa memang agak aneh, pasalnya Gaduh Kebo Iwa adalah pengagum bajang jegeg. Sehingga dengan kedatangan Majapahit ke Bali, dengan tipu daya untuk membawa Gaduh Kebo Iwa ke Jawa yang akan dijodohkan dengan seorang gadis cantik yang sudah terkenal dengan nama Putri Jejawi.

Upaya ini adalah bikinan Patih Majapahit supaya dapat mengalahkan Bali dengan cara halus. Tapi setelah gadis cantik tersebut mau dikawinkan, harus dipenuhi permintaan membuat sumur yang dalam. Dengan tidak berfikir panjang lebar Gaduh Kebo Iwa tidak menolak, dengan kekuatan atau kesaktiannya membuat sumur dan akhirnya setelah kedalamannya cukup. Putri cantik yang bernama Jejawi menyuruh anak buahnya menimbun Gaduh Kebo Iwa. Akhirnya Gaduh Kebo Iwa ditimbun dengan berbagai bebatuan, seperti batu putih dan tanah. Tapi setelah ditimbun dengan bebatuan, ternyata Gaduh Kebo Iwa tidak mati. Keluarlah sabda Gaduh Kebo Iwa dari dalam sumur, bahwa dirinya tidak akan mati sebelum ditimbun dengan ranting dan garam. Setelah ditimbun dengan ranting dan garam barulah Gaduh Kebo Iwa mati. Hanya dengan janji akan dikawinkan dengan gadis cantik Gaduh Kebo Iwa rela meninggalkan Bali yang merupakan andalannya untuk mempertahankan daerah yang dikuasai Gajahwaktra. Tapi karena Gaduh Kebo Iwa kesukaannya adalah gadis cantik dengan mudah Gajahmada menaklukan Bali.

Sebelum Gaduh Kebo Iwa pergi ke Majapahit dengan tipu daya akan dikawinkan dengan gadis cantik, maka sempat meninggalkan sebuah karya berupa pura yang disebut dengan Pura Gaduh Kebo Iwa. Di pura ini ada sebuah arca kepala yang cukup besar, konon patung kepala Gaduh Kebo Iwa sendiri. Dengan ditemukannya patung kepala tersebut sampai sekarang pura itu sebagai peninggalan perjalanan Gaduh Kebo Iwa.

1 komentar:

gung bali mengatakan...

anda orang bali ato oarang jawa..???data anda ini ngalor ngidul.....hanya imajinasi yg dimuat di sini..kini penerus kebo iwa dn sri karang buncing telah memiliki blogs yg menggunakan data2 dr hasil penelitian.....silahkan anda mampir dan membaca'a di http://srikarangbuncing.blogspot.com....silahkan mampir...

Posting Komentar